Postingan

Penuh

 Hari itu sambil mendengar lagu yang sering kuputar Kupenuh dengan pertanyaan-pertanyaan liar yang kusiapkan Tapi tak sampai padamu Jawaban yang tak pernah kudengar Keraguan selalu memaksaku untuk percaya Bahkan pada satu detik yang tak dapat kuprediksi setelahnya Kau penuh diam Sedang aku, penuh pertanyaan Katamu hidupmu sepi Kau butuh alunan lagu yang berisik Tanyaku saat itu Terasa seperti angin yang berhembus, tanpa rasa dan suara

Bertanya Tanpa Lihai

 Hai, sapaku ingin kau tahu aku ada Penuh rasa ku isyaratkan Namun tetap sembunyi pandai Hai, jika sapaku di hari itu tak sampai Mungkinkah kan ada pembicaraan? Akankah kau mengenalku lebih dalam?

Intuisi

Ada getaran halus dalam jiwaku  Semakin melebur dengan perlahan  Layaknya angin lembut yang menyentuh dedaunan  Tak terlihat, tak terdengar, intuisiku Seandainya kau tahu, luasnya samudera yang kan kita ramu Seandainya kau tahu, dalamnya laut yang kan kita selami Seandainya kau tahu, rinduku penuh tak pernah ragu Selalu mengarah padamu, lagi dan lagi Aku bergelut dengan yang ku ciptakan sendiri Intuisiku yang penuh segala tentangmu Selalu dengan lembut berbisik namamu Dalam setiap hembusannya, dengan yang lain seakan menari Aku tahu ku tak bisa buatmu luluh Namun harapku kau tahu bahwa ku sungguh-sungguh  Meskipun tetap pada yang kau mau Akupun kan begitu, tetap ku datangi meski kau jauh 

My Atlantis, We Fall

Kita sampai di puncak Sangat tinggi hingga semua nampak Yang kita bangun bersama  Terendah dari yang kita bisa Kini tak ada lagi burung yang berkicauan  Semua pergi menjauh berlarian Seakan sebentar lagi kan runtuh Seakan yang kita bangun kan jatuh Atlantis penuh harapan Legam tak dapat diselamatkan  Kita hanya berakhir tuk menghancurkannya  Tak pernah kah kita mencoba menghentikannya? Sekali lagi tak bisa ku selamatkan kita Saat diri lengah penuh tanya Akankah tak apa bila ini akhirnya? Nyatanya kita, mal ah membiarkannya 

Membiru Tanpa Warna

Perjumpaan yang menggelikan  Ku kira tak akan lagi sama Namun pada kenyataan Dirimu masih saja seperti biasanya Hilangkan arah ku ingin begitu Mencoba melangkah tanpa bertemu Namun pada kenyataan Dirimu masih saja seperti rembulan  Dengan cara lain ku lakukan  Dari celah berbeda penuh kebetulan  Namun pada kenyataan  Dirimu masih saja seperti lautan Untukmu yang tak pernah kalah Harapku kini, aku yang berubah

Puncak yang Tak Pernah Sampai

Mungkin ini menjadi yang terakhir  Sudah cukup sepertinya ku daki Aku tetap tak sampai di puncak Ketika dinginku menjadi luka Aku terus mendakimu Namun aku tetap saja tak sampai di puncak Sebab sejak itu adalah pilihanku  Kini ku putuskan menjadi yang terakhir Pergi tanpamu yang tak lagi jadi ruteku

Akankah Kita?

Pada hari-hari yang membuat kita lelah Berharap temukan yang hilang di kala itu Meniadakan prasangka yang menjadi celah Mencoba yang belum usai membisu Banyak yang ingin ku katakan padamu  Bahkan untuk yang belum ku susun urutannya  Bahkan yang masih menjadi puzzle  Bahkan yang belum terpikirkan sekalipun Akankah kita mampu? Ketika piluku seakan memudar  Harapku penuh terbuka lebar Namun bimbangku masih saja meragu